Kirinesia, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengaku mengira kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia masih mencapai puluhan hingga ratusan ribu hektare. Namun, berdasarkan laporan terbaru, luas lahan yang masih terbakar dan ditangani petugas tersisa 639,23 hektare.
Laporan tersebut disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Suharyanto dalam rapat terbatas bersama Prabowo. Data per Senin (12/10/2026) menunjukkan kebakaran masih terjadi di enam provinsi.
“Yang terbakar yang masih ditangani oleh satgas di lapangan jumlahnya adalah 639,23 hektare. Yang terbesar memang terjadi di Kalimantan Tengah,” kata Suharyanto dalam laporan yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Menurut Suharyanto, kebakaran terbesar berada di Kalimantan Tengah setelah ditemukan titik kebakaran baru di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kabupaten Kotawaringin Barat dan Seruyan.
Prabowo Konfirmasi Luas Lahan Terbakar
Prabowo memastikan kembali angka yang dilaporkan BNPB tersebut. Ia menanyakan apakah luas lahan yang masih harus dipadamkan di enam provinsi memang mencapai 639,23 hektare.
“Jadi kondisi sekarang, total di enam provinsi yang masih harus dipadamkan, berarti masih terbakar, adalah 639,23 hektare. Apa benar itu?” tanya Prabowo.
“Betul, Bapak Presiden,” jawab Suharyanto.
Prabowo Apresiasi Upaya Pemadaman
Prabowo mengaku sebelumnya memperkirakan luas karhutla yang masih berlangsung mencapai puluhan hingga ratusan ribu hektare.
Setelah mengetahui angka terbaru, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan.
“Tadinya saya mengira masih ratusan ribu, masih puluhan ribu, ternyata sudah jauh berkurang,” ujar Prabowo.
Enam Provinsi Masih Tangani Karhutla
Suharyanto menjelaskan, penanganan karhutla masih menjadi prioritas di enam provinsi yang memiliki kawasan lahan gambut.
Keenam provinsi tersebut adalah Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, dan Riau.
Pemerintah bersama satuan tugas di lapangan masih melakukan upaya pemadaman, terutama di wilayah yang ditemukan mengalami kebakaran baru.
