Kirinesia, Kalimantan— Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda berbagai wilayah di Pulau Kalimantan kembali menjadi perhatian nasional . Di tengah upaya pemadaman dan dampak asap yang dirasakan masyarakat, berbagai pernyataan dari lima gubernur di Kalimantan menuai beragam respons dan sorotan publik .
Berikut adalah rangkuman pernyataan para pemimpin daerah terkait penanganan Karhutla di wilayahnya masing-masing:
1. Gubernur Kalimantan Selatan: H. Muhidin
Usai meninjau lokasi Karhutla di Gutung Damar, Banjarbaru pada 22 Agustus 2026, Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin menyampaikan bahwa situasi di lapangan belum dalam tingkat parah .
"Kita meninjau bersama-sama ternyata tidak parah. Heli pun tidak ada hari ini. Biasanya kalau parah heli itu ada menyiram, ini tidak ada. Artinya tidak parah."
2. Gubernur Kalimantan Barat: Ria Norsan
Saat berdialog dengan kalangan mahasiswa yang menyoroti penanganan bencana asap dan Karhutla di Kalbar pada 3 September 2026, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mempertanyakan keterlibatan mahasiswa di lapangan .
"Mahasiswa ada turun? Memadamkan api?"
Pernyataan ini langsung ditanggapi oleh perwakilan mahasiswa yang menjelaskan bahwa mereka telah turun langsung membantu proses pemadaman bersama tim relawan di lapangan selama beberapa hari .
3. Gubernur Kalimantan Utara: Zainal A. Paliwang
Menanggapi keterbatasan sarana dan prasarana penanganan Karhutla di Kaltara, Gubernur Kalimantan Utara Zainal A. Paliwang menekankan pentingnya memaksimalkan peralatan yang ada pada 4 September 2026 .
"Kalau dibilang peralatan, pasti ada kurang. Tetapi dengan kekurangan itu jangan diam. Kita gunakan alat-alat yang kita miliki saja."
4. Gubernur Kalimantan Tengah: Agustiar Sabran
Pernyataan Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran pada 8 Oktober 2026 saat membahas penanganan Karhutla sempat menjadi sorotan dan perbincangan publik karena dinilai tidak relevan dengan situasi bencana yang dihadapi masyarakat .
"Bersatu kita teguh, bercerai kawin lagi."
5. Gubernur Kalimantan Timur: Rudy Mas'ud
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud saat memberikan keterangan di Kompleks Parlemen, Senayan pada 15 September 2026 menyatakan bahwa kondisi kualitas udara di Kaltim masih dalam batas aman .
"Kualitas udara untuk Kalimantan Timur alhamdulillah masih semuanya aman terkendali, masih dalam kondisi yang aman, masih aman."
Pernyataan-pernyataan dari para kepala daerah ini memicu beragam tanggapan dari masyarakat, pegiat lingkungan, serta akademisi yang terus mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan, transparansi data, dan percepatan penanggulangan bencana Karhutla di Pulau Kalimantan .
