![]() |
| CEO Danantara Rosan Roeslani |
Kirinesia, Jakarta – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mengungkap rencana pembangunan kilang pengolahan minyak sawit atau refinery palm oil di Mesir. Proyek ini menjadi salah satu agenda penjajakan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Mesir, terutama dalam pengembangan industri minyak sawit dan investasi strategis.
CEO Danantara Rosan Roeslani mengatakan, pemerintah Mesir telah menyediakan lahan yang direncanakan untuk pembangunan kilang tersebut. Rencana ini diharapkan menjadi bagian dari pengembangan kerja sama kedua negara di sektor pengolahan minyak sawit atau crude palm oil (CPO).
Rosan menyampaikan informasi tersebut saat memberikan keterangan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. Ia menjelaskan bahwa pembahasan kerja sama minyak sawit menjadi salah satu hal yang tengah dijajaki Indonesia bersama Mesir.
"Dan juga, kerja sama juga untuk di bidang palm oil, CPO, untuk kita melihat dan sudah disediakan lahannya di sana untuk membangun refinery (kilang) juga, palm oil (minyak sawit)," ungkap Rosan di Kompleks Istana.
Menurut Rosan, Mesir merupakan salah satu negara yang mengimpor minyak sawit dalam jumlah besar dari Indonesia. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam penjajakan pembangunan fasilitas pengolahan minyak sawit di negara Afrika Utara itu.
"Karena mereka kan juga meng-import palm oil banyak sekali dari Indonesia," ucapnya.
Pembangunan kilang ini berpotensi memperluas kerja sama perdagangan dan industri antara Indonesia dan Mesir. Namun, hingga keterangan tersebut disampaikan, belum ada penjelasan terperinci mengenai nilai investasi, kapasitas produksi, jadwal pembangunan, maupun target operasional fasilitas pengolahan tersebut.
Selain sektor minyak sawit, Danantara juga berencana memperluas hubungan investasi dengan lembaga pengelola dana investasi negara Mesir. Kerja sama tersebut diarahkan untuk membuka peluang investasi pada sejumlah bidang yang dinilai dapat dikembangkan bersama oleh kedua negara.
Meski demikian, Rosan belum memerinci sektor lain yang akan menjadi sasaran investasi bersama. Ia menyebut pembahasan mengenai kerja sama minyak sawit dan investasi menjadi bagian dari agenda yang sedang dijajaki.
"Dan juga kerja sama nanti di bidang-bidang lainnya. Mungkin intinya itu dulu lah, ya," ujar dia.
Prabowo dan Presiden Mesir Bahas Dana Investasi Bersama
Rencana pembangunan kilang minyak sawit tersebut sejalan dengan pembahasan kerja sama ekonomi yang sebelumnya dilakukan Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi.
Dalam pertemuan bilateral kedua pemimpin, Indonesia dan Mesir membahas sejumlah peluang penguatan hubungan ekonomi, termasuk perjanjian kemitraan ekonomi atau Economic Partnership Agreement (EPA) serta pembentukan dana investasi bersama (joint investment fund).
Prabowo menyambut baik inisiatif pembentukan dana investasi tersebut. Melalui mekanisme ini, lembaga investasi dari kedua negara diharapkan dapat mendorong penanaman modal pada proyek-proyek strategis yang menjadi kepentingan bersama.
"Saya juga menyambut baik inisiatif pembentukan joint investment fund oleh lembaga investasi kedua negara kita untuk mendorong investasi pada proyek-proyek strategis," katanya usai melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Mesir.
Pembentukan dana investasi bersama berpotensi menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat hubungan ekonomi Indonesia-Mesir. Adapun rencana pembangunan kilang minyak sawit menjadi salah satu peluang konkret yang sedang dijajaki dalam pengembangan kerja sama tersebut.
Meski arah kerja sama telah disampaikan, rincian pelaksanaan proyek, besaran pendanaan, serta sektor investasi lain masih menunggu penjelasan lebih lanjut dari pihak terkait.
Sumber: Kompas.com, 11 Oktober 2026.
