Kirinesia, Jabar - Viral video dugaan perundungan mahasiswa baru Telkom University (Tel-U) di asrama menjadi perhatian publik. Pihak kampus menyatakan tengah mengusut kejadian tersebut dan memastikan proses penanganan berjalan sesuai aturan yang berlaku.
Dugaan perundungan yang melibatkan mahasiswa senior terhadap mahasiswa baru Telkom University (Tel-U) menjadi sorotan setelah sebuah video beredar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut, seorang mahasiswa diduga melakukan tindakan yang mengarah pada perundungan terhadap mahasiswa yang disebut sebagai mahasiswa baru.
Peristiwa itu dilaporkan terjadi di sebuah kamar asrama. Video yang beredar memperlihatkan seorang mahasiswa memainkan semprotan gas dan korek api, kemudian mengarahkan gas tersebut kepada mahasiswa baru. Rekaman tersebut memicu perhatian publik terhadap dugaan kekerasan di lingkungan perguruan tinggi.
Menanggapi kejadian itu, Telkom University menyatakan bahwa pihaknya menaruh perhatian serius terhadap dugaan perundungan yang menjadi perbincangan masyarakat. Kampus juga menegaskan bahwa keamanan dan kesejahteraan mahasiswa menjadi salah satu prioritas dalam penyelenggaraan pendidikan.
"Telkom University (Tel-U) menanggapi serius dugaan perundungan yang terjadi di lingkungan kampus dan menjadi perhatian publik. Telkom University memahami keprihatinan yang muncul atas peristiwa tersebut serta menegaskan bahwa keselamatan, keamanan, dan kesejahteraan seluruh mahasiswa merupakan prioritas institusi," terang pihak Tel-U seperti dilansir detikJabar, Minggu (10/10/2026).
Telkom University Telusuri Dugaan Perundungan
Pihak kampus menyampaikan bahwa penanganan kasus tersebut sedang berlangsung. Direktorat Kemahasiswaan, Karier, dan Alumni bersama Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) dilibatkan untuk memproses dugaan perundungan tersebut.
Pemeriksaan dilakukan dengan mengacu pada mekanisme dan ketentuan internal yang berlaku di Telkom University. Langkah ini menjadi bagian dari upaya kampus untuk menelusuri kejadian yang videonya telah beredar di masyarakat.
Dalam proses penanganan, pihak universitas juga menekankan pentingnya perlindungan bagi pihak yang terdampak. Kampus menyatakan akan memberikan pendampingan yang diperlukan sekaligus menjaga kerahasiaan identitas setiap pihak yang terlibat.
Selain itu, pemeriksaan disebut akan dilaksanakan secara objektif, menyeluruh, dan berkeadilan. Dengan demikian, proses penanganan tidak hanya berfokus pada penelusuran dugaan tindakan, tetapi juga memperhatikan hak dan perlindungan para pihak selama pemeriksaan berlangsung.
"Dalam proses tersebut, Telkom University mengedepankan perlindungan dan pendampingan terhadap pihak yang terdampak, menjaga kerahasiaan identitas para pihak, serta memastikan pemeriksaan dilakukan secara objektif, menyeluruh, dan berkeadilan."
Kampus Tegaskan Tidak Ada Toleransi terhadap Kekerasan
Telkom University kembali menegaskan bahwa perundungan, intimidasi, maupun tindakan kekerasan tidak dapat dibenarkan di lingkungan pendidikan. Sikap tersebut sejalan dengan komitmen institusi untuk menjaga lingkungan kampus agar tetap aman bagi seluruh mahasiswa.
Pihak universitas juga menyatakan akan menindaklanjuti setiap pelanggaran yang terbukti dilakukan oleh pihak terkait. Sanksi akan diberikan berdasarkan ketentuan dan peraturan yang berlaku di lingkungan kampus.
"Telkom University menegaskan bahwa segala bentuk perundungan, intimidasi, dan kekerasan tidak dapat dibenarkan serta bertentangan dengan nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh institusi. Setiap tindakan yang terbukti melanggar ketentuan akan ditindaklanjuti sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Hingga informasi dalam laporan tersebut disampaikan, pihak kampus masih memproses dugaan perundungan melalui unit terkait. Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai hasil pemeriksaan maupun sanksi yang akan dijatuhkan kepada pihak yang diduga terlibat.
Kasus ini kembali menyoroti pentingnya pencegahan perundungan di lingkungan perguruan tinggi. Penanganan yang objektif, perlindungan terhadap mahasiswa terdampak, serta penegakan aturan menjadi aspek penting dalam memastikan lingkungan pendidikan yang aman dan bebas dari kekerasan.
.jpg)