Studi: Kafein Bisa Tingkatkan Performa Sprint hingga 3,5 Jam

Ilustrasi orang lari

Kirinesia, Jakarta - Konsumsi kafein sebelum berolahraga disebut dapat meningkatkan performa sprint hingga beberapa jam. Studi terbaru dari Universitas Tsukuba, Jepang, menemukan efek kafein terhadap kemampuan sprint masih terukur hingga 3,5 jam setelah dikonsumsi.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Medicine & Science in Sports & Exercise itu menunjukkan konsumsi kafein dapat meningkatkan daya rata-rata saat melakukan sprint berulang dibandingkan dengan plasebo.

Dikutip dari Psychology Today, Jumat (9/10/2026), penelitian tersebut melibatkan 12 orang dewasa muda yang sehat. Para peserta menjalani dua kali pengujian secara acak dengan metode tersamar ganda, yakni mengonsumsi kafein pada satu sesi dan plasebo pada sesi lainnya.

Dalam pengujian tersebut, peserta diberikan kafein dengan dosis 5,5 miligram per kilogram berat badan. Sekitar 60 menit kemudian, mereka menjalani serangkaian tes bersepeda yang mencakup aktivitas intensitas sedang dan sprint singkat secara berulang.

Hasilnya, daya rata-rata sprint meningkat sekitar 0,5 hingga 2,4 persen setelah peserta mengonsumsi kafein. Sementara itu, daya puncak sprint pada sesi kedua dan ketiga meningkat hingga 3,7 persen.

Selain peningkatan performa, peserta juga melaporkan tingkat kelelahan dan nyeri otot kaki yang lebih rendah saat melakukan aktivitas intensitas tinggi.

Peneliti turut menemukan peningkatan kadar noradrenalin dalam plasma darah. Zat kimia tersebut berperan dalam respons tubuh terhadap aktivitas fisik dan stres.

Meski begitu, temuan ini perlu ditafsirkan secara hati-hati. Jumlah peserta yang hanya 12 orang membuat hasil penelitian belum dapat digeneralisasi untuk semua kelompok usia maupun jenis olahraga.

Pengujian juga secara khusus berfokus pada sprint berulang menggunakan sepeda. Karena itu, efek serupa belum tentu ditemukan pada aktivitas olahraga lainnya.

Dosis Kafein Tergolong Tinggi

Dosis kafein yang digunakan dalam penelitian tersebut tergolong tinggi. Untuk seseorang dengan berat badan 70 kilogram, dosis 5,5 miligram per kilogram setara dengan sekitar 385 miligram kafein.

Konsumsi kafein dalam jumlah besar dapat menimbulkan sejumlah efek samping, seperti jantung berdebar, gelisah, dan gangguan pencernaan. Kafein juga berpotensi mengganggu kualitas tidur jika dikonsumsi terlalu dekat dengan waktu istirahat.

Oleh karena itu, konsumsi kafein sebelum berolahraga perlu disesuaikan dengan toleransi dan kondisi kesehatan masing-masing orang.

Penelitian ini menunjukkan potensi kafein dalam membantu meningkatkan performa sprint. Namun, hasilnya belum cukup untuk menjadi dasar anjuran agar setiap orang mengonsumsi kafein sebelum berolahraga.

Baca Juga
Tag:
Berita Terbaru
  • Studi: Kafein Bisa Tingkatkan Performa Sprint hingga 3,5 Jam
  • Studi: Kafein Bisa Tingkatkan Performa Sprint hingga 3,5 Jam
  • Studi: Kafein Bisa Tingkatkan Performa Sprint hingga 3,5 Jam
  • Studi: Kafein Bisa Tingkatkan Performa Sprint hingga 3,5 Jam
  • Studi: Kafein Bisa Tingkatkan Performa Sprint hingga 3,5 Jam
  • Studi: Kafein Bisa Tingkatkan Performa Sprint hingga 3,5 Jam
Posting Komentar