Pemerintah Siapkan 3 Pabrik Tepung Telur dan Daging, Investasi Awal Rp600 Miliar


Kirinesia, Jakarta – Pemerintah berencana membangun tiga pabrik pengolahan tepung telur dan tepung daging untuk memperkuat industri peternakan nasional. Pembangunan fasilitas ini ditargetkan mulai pada 2027 dengan estimasi waktu pengerjaan sekitar 1,5 hingga dua tahun. Program tersebut diharapkan dapat memperluas pasar hasil peternakan, menjaga stabilitas harga, serta menekan ketergantungan Indonesia terhadap produk impor.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, pembangunan pabrik menjadi bagian dari upaya pemerintah membentuk ekosistem peternakan terintegrasi dari hulu hingga hilir. Langkah ini mencakup penyediaan bahan baku pakan, peningkatan produksi, hingga pengolahan dan penyerapan hasil peternakan.

"Langkah ini ditujukan untuk memperluas pasar hasil produksi peternak, menjaga stabilitas harga, serta mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap produk impor," kata Mentan, dalam keterangannya, yang terkonfirmasi di Jakarta, Sabtu.

Amran mengungkapkan, rencana pembangunan tersebut telah dibahas bersama Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) dan Menteri Perdagangan. Pemerintah berharap persiapan pembangunan dapat segera berjalan agar fasilitas pengolahan tersebut bisa beroperasi sesuai target.

"Kami sudah telepon BP BUMN dan Menteri Perdagangan. Kita sepakat membangun ekosistem ternak, terutama pembangunan pabrik pengolahan tepung telur dan tepung daging. Insya Allah, mudah-mudahan tahun depan sudah bisa mulai. Targetnya 1,5 tahun selesai, maksimal dua tahun," ujar Amran.

Investasi Pabrik Tepung Telur dan Daging

Untuk merealisasikan proyek tersebut, pemerintah akan melakukan studi kelayakan atau feasibility study (FS). Kebutuhan investasi awal diperkirakan mencapai Rp200 miliar untuk setiap pabrik. Nilainya berpotensi meningkat menjadi Rp250 miliar apabila fasilitas tersebut dilengkapi pengolahan daging.

Dengan tiga pabrik yang direncanakan, kebutuhan investasi awal diperkirakan mencapai Rp600 miliar. Namun, jumlah tersebut masih berupa estimasi awal dan dapat berubah sesuai hasil studi kelayakan serta cakupan fasilitas yang dibangun.

Amran menegaskan, keberadaan industri pengolahan diperlukan untuk mengatasi persoalan pemasaran yang kerap muncul ketika produksi telur dan daging ayam melimpah. Selama ini, ketergantungan pada penjualan produk segar membuat peternak rentan menghadapi perubahan permintaan dan penurunan harga.

"Ini solusi permanen, fundamental. Kalau pabriknya berdiri, impor tepung telur kita hentikan. Kita sudah sepakat. Harapannya, setelah ekosistem ini berdiri, persoalan yang sama tidak terus berulang," tegasnya.

Pemerintah juga membuka kesempatan bagi pihak swasta untuk berpartisipasi dalam pengembangan industri tersebut. Meski demikian, keterlibatan negara dinilai tetap penting untuk mendukung keberlanjutan proyek dan memperkuat sektor peternakan nasional.

"Kalau ada swasta mau bergandengan, silakan. Tapi negara ada di sampingnya," katanya.

Perkuat Pasar Petani dan Peternak

Pembangunan pabrik pengolahan diharapkan memberikan manfaat bagi petani jagung, peternak ayam, serta industri pengolahan pangan. Petani memperoleh pasar untuk hasil panen jagung, sementara peternak diharapkan mendapatkan pasokan pakan yang lebih terjamin.

Ketika terjadi kelebihan produksi telur dan daging ayam, hasil peternakan dapat diolah menjadi produk yang lebih tahan lama dan memiliki pemanfaatan lebih luas. Dengan demikian, penyerapan produksi tidak hanya bergantung pada pasar produk segar.

"Keuntungannya adalah meningkatkan kesejahteraan peternak, mengurangi kerugian yang sering terjadi pada bulan-bulan tertentu, dan mengurangi belanja devisa untuk impor. Ini keputusan mendasar, kita bangun ekosistem peternakan yang terintegrasi satu sama lain," tegasnya.

Amran menambahkan, penguatan industri peternakan juga perlu diiringi dengan ketersediaan sumber protein yang terjangkau bagi masyarakat, termasuk ikan, ayam, dan telur. Peningkatan produksi harus didukung pasar yang memadai agar tidak menimbulkan tekanan harga yang merugikan peternak.

"Intinya, bagaimana ekonomi bergerak dan bagaimana peternak jangan dipersulit. Pakan tersedia dengan baik, kemudian harga telur dan daging stabil. Kita ingin peternak untung dan kesejahteraannya meningkat," ujarnya.

Melalui rencana pembangunan tiga pabrik tersebut, pemerintah mendorong pengembangan industri peternakan yang terintegrasi dan mampu menghasilkan produk bernilai tambah. Program ini diharapkan memperkuat pasar domestik, mengurangi impor, serta meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak secara berkelanjutan.


Baca Juga
Tag:
Berita Terbaru
  • Pemerintah Siapkan 3 Pabrik Tepung Telur dan Daging, Investasi Awal Rp600 Miliar
  • Pemerintah Siapkan 3 Pabrik Tepung Telur dan Daging, Investasi Awal Rp600 Miliar
  • Pemerintah Siapkan 3 Pabrik Tepung Telur dan Daging, Investasi Awal Rp600 Miliar
  • Pemerintah Siapkan 3 Pabrik Tepung Telur dan Daging, Investasi Awal Rp600 Miliar
  • Pemerintah Siapkan 3 Pabrik Tepung Telur dan Daging, Investasi Awal Rp600 Miliar
  • Pemerintah Siapkan 3 Pabrik Tepung Telur dan Daging, Investasi Awal Rp600 Miliar
Posting Komentar