ISTANBUL – Koalisi militer pimpinan Arab Saudi di Yaman mengumumkan telah mencegat dan menghancurkan sebuah rudal balistik yang diluncurkan kelompok Houthi menuju Khamis Mushait, wilayah barat daya Arab Saudi, Senin (12/10/2026).
Juru bicara koalisi, Turki al-Maliki, menyampaikan informasi mengenai keberhasilan pencegatan tersebut melalui platform media sosial X. Rudal itu berhasil dihancurkan sebelum mencapai wilayah yang menjadi sasaran.
Sebelum pengumuman pencegatan disampaikan, Badan Pertahanan Sipil Arab Saudi telah mengeluarkan peringatan kepada masyarakat di Abha. Kota tersebut berada tidak jauh dari kawasan yang menjadi sasaran rudal.
Setelah situasi dinyatakan terkendali, otoritas pertahanan sipil kemudian mengumumkan bahwa ancaman telah berlalu. Rangkaian peristiwa tersebut menunjukkan adanya peningkatan kewaspadaan otoritas Arab Saudi terhadap ancaman serangan rudal di wilayahnya.
Pencegatan ini berlangsung ketika Arab Saudi menghadapi serangkaian serangan baru yang dikaitkan dengan kelompok Houthi, termasuk serangan yang menyasar fasilitas penerbangan.
Serangan di Bandara Riyadh Tewaskan Warga Pakistan
Pada Minggu (11/10/2026), serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dilaporkan menewaskan seorang warga Pakistan dan menyebabkan 11 orang lainnya mengalami luka-luka.
Informasi mengenai korban tersebut disampaikan oleh Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi. Insiden itu menambah perhatian terhadap keamanan fasilitas transportasi udara di negara tersebut, terutama di tengah meningkatnya ancaman serangan.
Sehari sebelumnya, serangan lain terhadap bandara juga dilaporkan menimbulkan korban dalam jumlah besar. Peristiwa tersebut menyebabkan 13 orang meninggal dunia dan lebih dari 300 orang mengalami luka-luka.
Koalisi pimpinan Arab Saudi menyalahkan kelompok Houthi atas serangan sebelumnya. Koalisi tersebut juga menyatakan akan memberikan respons tegas terhadap serangan yang terjadi.
Meski demikian, informasi yang disampaikan dalam laporan tersebut belum merinci bentuk tindakan lanjutan yang akan dilakukan koalisi sebagai respons atas rangkaian serangan itu.
Ketegangan Keamanan di Arab Saudi Meningkat
Serangkaian insiden tersebut menempatkan keamanan wilayah Arab Saudi dalam sorotan. Selain ancaman rudal balistik yang mengarah ke kawasan barat daya, serangan terhadap bandara di Riyadh turut menimbulkan kekhawatiran karena menyasar infrastruktur transportasi penting.
Peringatan yang dikeluarkan otoritas pertahanan sipil di Abha menjadi bagian dari langkah kewaspadaan terhadap ancaman yang berpotensi membahayakan masyarakat. Pengumuman bahwa ancaman telah berlalu kemudian disampaikan setelah proses pencegatan rudal.
Perkembangan ini terjadi di tengah konflik berkepanjangan antara koalisi pimpinan Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman. Namun, laporan tersebut belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai lokasi peluncuran rudal, jenis sistem pertahanan yang digunakan, ataupun rincian teknis operasi pencegatan.
Hingga laporan ini disusun, informasi yang tersedia berfokus pada keberhasilan koalisi menghancurkan rudal, peringatan keamanan di Abha, serta korban dalam serangan terhadap bandara.
Situasi keamanan di Arab Saudi pun masih menjadi perhatian menyusul munculnya kembali ancaman serangan yang menyasar wilayah negara tersebut.
Sumber: Anadolu, dikutip ANTARA.
