Indonesia-Prancis Perkuat Kerja Sama Budaya, Bidik Festival Film Cannes 2028

Menteri Kebudayaan Fadli Zon (kanan) bertemu dengan Menteri Kebudayaan Prancis Catherine Pégard di Paris, Prancis, Rabu (7/10/2026). ANTARA/HO-Kementerian Kebudaayaan.

Kirinesia, Jakarta - Indonesia dan Prancis memperkuat kerja sama di bidang kebudayaan, mulai dari pelestarian warisan budaya, perfilman, hingga sastra dan musik. Kedua negara juga membahas penguatan kehadiran Indonesia dalam Festival Film Cannes pada 2028.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan sejumlah rencana kerja sama tersebut saat bertemu Menteri Kebudayaan Prancis Catherine Pégard di Paris, Prancis, Rabu (7/10/2026).

Fadli mengatakan, hubungan budaya Indonesia dan Prancis telah terjalin lama dan perlu dikembangkan melalui program yang konkret serta memberikan manfaat bagi masyarakat kedua negara.

"Indonesia dan Prancis memiliki hubungan budaya yang panjang dan sangat kaya. Kami ingin kemitraan ini semakin konkret, resiprokal, dan memberi ruang yang lebih luas bagi masyarakat kedua negara untuk mengenal kekayaan budaya satu sama lain," ujar Fadli dalam keterangan Kementerian Kebudayaan yang diterima ANTARA di Jakarta, Senin (12/10).

Salah satu agenda yang dibahas adalah meningkatkan visibilitas budaya Indonesia di Prancis. Program yang direncanakan meliputi konser atau resital musik Indonesia, pameran mode yang menampilkan tradisi tekstil dan kreativitas kontemporer, serta pameran seni rupa Indonesia.

Revitalisasi 10 Proyek Warisan Budaya

Selain promosi budaya, Indonesia dan Prancis juga memperkuat kerja sama dalam pelindungan serta revitalisasi warisan budaya.

Kementerian Kebudayaan akan kembali bekerja sama dengan ALIPH Foundation setelah kolaborasi konservasi Masjid Wapauwe di Maluku pada 2025.

Kerja sama berikutnya mencakup 10 proyek prioritas di delapan provinsi. Sejumlah lokasi yang menjadi sasaran revitalisasi antara lain Rumah Tjong A Fie di Sumatera Utara, Rumah Betang di Kalimantan Barat, kawasan Kota Tua Jakarta, Museum Bahari, serta Candi Borobudur di Jawa Tengah.

Proyek lainnya meliputi Desa Sendangduwur di Jawa Timur, Gua Leang Karampuang di Sulawesi Selatan, rumah vernakular di Nusa Tenggara Timur, Gereja Santo Petrus dan Paulus di Maluku, Desa Adat Kaitetu di Maluku, serta Museum Rumphius di Maluku.

Fadli juga menyoroti pentingnya konservasi Candi Borobudur, khususnya untuk melindungi relief dari tekanan lingkungan dan dampak perubahan iklim.

Kedua negara turut menindaklanjuti kerja sama peningkatan kapasitas konservasi dan permuseuman melalui Centre des monuments nationaux (CMN), lembaga Prancis yang bertanggung jawab atas pengelolaan dan pelestarian monumen bersejarah.

Siapkan Dana Produksi Film Bersama

Di sektor perfilman, Kementerian Kebudayaan mendorong pembentukan Indonesia International Film Co-production Fund. Program pendanaan tersebut ditargetkan mulai berjalan pada 2027 dengan dukungan teknis dari Centre National du Cinéma et de l'Image Animée (CNC) Prancis.

Indonesia dan Prancis juga menyiapkan penyelenggaraan Indonesia-France Film Lab ke-3 di JAFF Market. Selain itu, kedua negara membahas upaya memperkuat kehadiran Indonesia dalam Festival Film Cannes pada 2028.

Menteri Kebudayaan Prancis Catherine Pégard menyambut baik pengembangan kerja sama tersebut. Menurutnya, institusi kebudayaan Prancis siap mendukung berbagai inisiatif bersama, baik untuk memperluas kehadiran budaya Indonesia di Prancis maupun melindungi warisan budaya.

"Prancis menyambut baik meluasnya kerja sama kebudayaan dengan Indonesia. Institusi-institusi kebudayaan Prancis siap mendukung berbagai inisiatif bersama, baik dalam memperkuat kehadiran budaya Indonesia di Prancis maupun dalam pelindungan warisan budaya," ujar Pégard.

Kerja Sama Sastra hingga Residensi Penulis

Kerja sama kedua negara juga mencakup penerjemahan, penerbitan, serta penguatan hubungan antara penulis dan penerbit.

Tahun 2026 menandai 150 tahun perjalanan penyair Prancis Arthur Rimbaud ke Jawa, khususnya Semarang dan Salatiga, pada 1876.

Untuk memperingati momentum tersebut, program residensi sastra Rimbaud 2026-2027 telah berjalan. Penulis Prancis Louis-Philippe Dalembert menjadi residen pertama dan mulai berkegiatan di Semarang sejak September 2026.

Fadli menegaskan, penguatan hubungan kebudayaan Indonesia dan Prancis perlu diikuti program nyata, pertukaran keahlian, serta pengembangan ekosistem budaya yang berkelanjutan.

"Momentum positif ini harus diterjemahkan menjadi tindak lanjut yang nyata, resiprositas, pertukaran keahlian, serta pertumbuhan ekosistem budaya yang berkelanjutan sebagai fondasi penting bagi hubungan kedua negara," kata Fadli.

Baca Juga
Berita Terbaru
  • Indonesia-Prancis Perkuat Kerja Sama Budaya, Bidik Festival Film Cannes 2028
  • Indonesia-Prancis Perkuat Kerja Sama Budaya, Bidik Festival Film Cannes 2028
  • Indonesia-Prancis Perkuat Kerja Sama Budaya, Bidik Festival Film Cannes 2028
  • Indonesia-Prancis Perkuat Kerja Sama Budaya, Bidik Festival Film Cannes 2028
  • Indonesia-Prancis Perkuat Kerja Sama Budaya, Bidik Festival Film Cannes 2028
  • Indonesia-Prancis Perkuat Kerja Sama Budaya, Bidik Festival Film Cannes 2028
Posting Komentar