Bangkit dari Level Terendah, IHSG Ditutup Menguat Didorong Aksi Bargain Hunting Investor

Pekerja mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (27/7/2026). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/agr


Kirinesia, Jakarta— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berhasil mengakhiri pergerakannya di zona hijau pada perdagangan Rabu sore. Penguatan ini dipicu oleh aksi bargain hunting atau perburuan saham-saham berharga murah yang dilancarkan oleh para investor setelah pasar sempat terperosok ke level terendahnya dalam kurun tiga bulan terakhir.

Pada penutupan perdagangan, IHSG mencatatkan kenaikan sebesar 17,04 poin atau 0,29 persen menuju level 5.943,02. Senada dengan IHSG, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turut terkerek naik 5,40 poin atau 0,92 persen ke posisi 594,59.

Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nicodemus, menjelaskan bahwa rebound IHSG terjadi pasca-pelemahan yang berlangsung selama dua hari berturut-turut.

"IHSG menguat setelah melemah selama dua sesi sebelumnya. Aksi beli pada saham-saham yang dinilai murah (bargain hunting) muncul setelah pasar menyentuh level terendah dalam tiga bulan," ujar Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nicodemus atau Nico dalam kajiannya di Jakarta, Rabu.

Dari ranah global, perhatian para pelaku pasar tertuju pada sinyal dovish dari pejabat Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) sembari menantikan pengumuman data inflasi AS. Presiden Federal Reserve Bank of New York, John Williams, memberikan indikasi bahwa kenaikan suku bunga acuan kemungkinan hanya perlu dilakukan satu kali lagi pada tahun ini, sementara pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut diproyeksikan tidak lagi diperlukan hingga 2027.

Di saat yang sama, sentimen positif dari dalam negeri datang dari Dana Moneter Internasional (IMF) yang menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun 2026 menjadi 5,1 persen dari perkiraan sebelumnya sebesar 5,0 persen. Optimisme IMF tersebut didorong oleh langkah strategis pemerintah dalam memperkuat daya beli masyarakat serta menggenjot penyerapan belanja negara.

Sepanjang hari ini, fokus pasar juga tertuju pada rilis data inflasi AS yang diperkirakan merangkak naik dari 3,4 persen secara tahunan (yoy) menjadi 3,6 persen (yoy). Begitu pula dengan inflasi inti yang diproyeksikan berada pada angka 3,6 persen (yoy).

Sejak bel pembukaan berbunyi, IHSG langsung bergerak menguat dan konsisten bertahan di area positif hingga akhir sesi pertama. Tren menguat tersebut berlanjut stabil pada sesi kedua perdagangan hingga penutupan bursa.

Berdasarkan data Indeks Sektoral IDX-IC, sebanyak delapan sektor mencatatkan kenaikan, dengan sektor teknologi memimpin penguatan sebesar 2,76 persen. Sektor properti dan barang konsumen primer mengikut di belakangnya dengan kenaikan masing-masing 1,78 persen dan 0,41 persen.

Sebaliknya, tiga sektor mencatatkan koreksi, di mana sektor barang konsumen non-primer merosot paling dalam sebesar 0,72 persen, disusul sektor energi dan infrastruktur yang melemah masing-masing 0,59 persen dan 0,19 persen.

Jajaran saham yang mengantongi penguatan terbesar (top gainers) antara lain TRON, SONA, BLTZ, BIKE, dan PTSP. Sementara saham-saham yang mengalami tekanan penurunan terbesarnya (top losers) meliputi SOSS, PCAR, SBMA, VKTR, serta ALKA.

Aktivitas perdagangan pada hari ini mencatatkan frekuensi transaksi sebanyak 1,47 juta kali dengan volume perdagangan mencapai 30,05 miliar lembar saham senilai Rp11,22 triliun. Secara keseluruhan, sebanyak 291 saham menguat, 342 saham melemah, dan 330 saham ditutup stagnan.

Sementara itu, pergerakan bursa saham regional Asia sore ini bergerak variatif. Indeks Nikkei tercatat naik 0,10 persen ke posisi 67.848,00. Adapun indeks Kospi melemah 0,44 persen ke 6.008,81, indeks Shanghai terkoreksi 0,89 persen ke 3.767,13, indeks Hang Seng melorot 0,13 persen ke 24.314,17, dan indeks Straits Times tergerus 0,13 persen ke level 5.423,33.

Baca Juga
Tag:
Berita Terbaru
  • Bangkit dari Level Terendah, IHSG Ditutup Menguat Didorong Aksi Bargain Hunting Investor
  • Bangkit dari Level Terendah, IHSG Ditutup Menguat Didorong Aksi Bargain Hunting Investor
  • Bangkit dari Level Terendah, IHSG Ditutup Menguat Didorong Aksi Bargain Hunting Investor
  • Bangkit dari Level Terendah, IHSG Ditutup Menguat Didorong Aksi Bargain Hunting Investor
  • Bangkit dari Level Terendah, IHSG Ditutup Menguat Didorong Aksi Bargain Hunting Investor
  • Bangkit dari Level Terendah, IHSG Ditutup Menguat Didorong Aksi Bargain Hunting Investor
Posting Komentar